Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • donychandra 1:38 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    3 Hal yg tidak pernah kembali :
    - WAKTU
    - PERKATAAN
    - KESEMPATAN
    3 Hal yang membuat Kita Dewasa :
    - KESABARAN
    - KETULUSAN
    - RASA SYUKUR
    3 Hal yang tidak pernah Kekal :
    - HARTA
    - JABATAN
    - CINTA MANUSIA
    3 Hal yang membuat Kita Berharga :
    - KOMITMEN
    - KERENDAHAN DIRI
    - KEJUJURAN

     
  • donychandra 12:41 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Ada seseorang yang ingin menjadi pahlawan. jiwanya tergerak 

    Dia seorang yang ingin menjadi pahlawan. jiwanya tergerak, pikirannya melayang-layang cepat menembus dimensi waktu,

    berkata “Seandainya aku bisa berbuat banyak untuk mereka, agar aku bisa memiliki sesuatu yang kupersembahkan untuk Rabbku kelak”.

    Lalu kesempatan membawanya menuju ke sana. Kemudian ia pun berjuang dengan segenap usaha dan keyakinannya bahwa ia pasti bisa menjadi pemain selanjutnya. Menjadi pelaku sejarah pada masanya. Aku tahu ia takut namun tak ia katakan. Aku tahu ia pasti resah dan gelisah, tapi yang ia tampakkan hanyalah kekuatannya tanpa ada yang bisa menangkap perkataan-perkataan hatinya.

    Ini adalah tugas yang mulia, maka Allah lah satu-satunya tempat mengadu. lalu ketika pertarungan itu berada di depan mata, mungkin hampir di penghujung hari. Ternyata takdir Alah belum menunjuknya.

    Apakah ia kalah ?

    tentu saja tidak !!!

    Ia tetap seorang pemenang, karena pahlawan tidak selamanya harus berada di depan dan meraih medali kemenangan dengan tangannya. Ia bisa terus berjuang di ruang-ruang kesempatan lain yang masih ada, yang menantinya, yang telah dipersiapkan Allah untuknya.

    Tidak harus ia tampak di depan mata dan terlihat. Yang paling penting adalah terus berjuang dan menjadi seorang pahlawan dengan penuh keikhlasan. Jadi apapun kita yang paling penting adalah keridhaan Allah. Karena jalan ini telah ditetapkan, maka inilah yang terbaik, Insya Allah.

    Peristiwa Pertarungan ini merupakan harga yang sangat mahal untuk mengajari kita betapa berharganya sesuatu yang telah hilang. Dan rasanya aku ingin membangunkan mereka semua, mengajak setiap hati untuk bergerak.

    Sahabatku, aku adalah sahabatmu,

    aku hanya ingin kita bersama-sama tanpa prasangka dan rasa tidak percaya kembali membangun rumah yang kita cintai menjadi istana yang megah, menjadi kekuatan kita, dan menjadi keindahan yang akan selalu kita rindukan.

    Bersatulah semua hati, merapat dan semakin mendekat dalam ikatan ukhuwah yang sangat indah,

    Karena perjuangan ini tak mengenal siaran tunda hingga kita semua bersatu.

    Namun, apakah setiap jiwa mendengarnya ?? beri tahu aku!! ini adalah tugas kita.

    Kita tidak ingin pergi meninggalkan generasi yang lemah, namun apakah mentari kita segera tenggelam ??

    Selagi masih ada detik-detik yang tersisa, mari terus berjuang dan jangan pernah menyerah.

    Ada hikmah yang besar di balik semua ini, karena kebenaran akan selalu menang, mungkin bukan dengan skenario yang kita inginkan, Ada kisah lain yang sudah Allah persiapkan.

    Percayalah akan selalu ada mentari yang kan datang bersinar terang menyambut pagi, di hari esok yang membuka tirai-tirai masa menyusupkan harapan melalui sinarnya yang masuk ke dalam jendela-jendela sang waktu untuk mengganti malam

     

    TETAP BERJUANG !!!

     
  • donychandra 12:18 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Maling takut pada Polisi
    Polisi takut pada Jaksa
    Jaksa takut pada Hakim
    Hakim takut pada DPR
    DPR takut pada KPK
    KPK takut pada Presiden ?!

    Seharusnya

    Maling takut pada Allah
    Polisi takut pada Allah
    Jaksa takut pada Allah
    Hakim takut pada Allah
    DPR takut pada Allah
    KPK takut pada Allah

    Takutlah pada Allah

     
  • donychandra 12:18 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Hidup itu adalah meneguhkan Iman
    jika Iman bagaikan Keris ,
    maka perlu diTEMPA, diBAKAR, diRENDAM, diGESEK, diUJI, diHENTAKKAN, diASAH
    ”Adakah kamu mengaku beriman, sedangkan kamu belum diuji?”
    karenanya HIDUP butuh KeSABARan dan keTEGUHAan yang LUAR BIASA
    maka akan menjadi KERIS yang Baik dan BAGUS karena SUDAH TER-UJI …

    • Ahlus Sunnah Wal Jamaah -
     
  • donychandra 12:18 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    “Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai” (HR Muslim)

    Salju di Madinah dan Rerumputan di Gurun Sahara
    Gambar TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI (Selasa, 15 Januari 2002)

    “Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi” (QS. Shad [38] : 87-88)

     
  • donychandra 12:18 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Allah dan Rasul Rasulnya itu Indah
    apa benar ? mari menyimak …

    Allah mencintai orang orang yang Sabar, Hati Ikhlas, Pemaaf
    dan juga menyerukan untuk berbagi dalam Sedekah, Zakat
    Tak lupa juga mewajibkan menuntut Ilmu, bekerja serta mencari rizki yang halal
    tidak kalah penting adalah Ibadah, tawakal dan Istiqomah

    Sebaliknya, Allah Tidak Suka
    hidup dengan Kebencian, saling mendendam, memusuhi
    setiap bertemu akan saling memaki, hasrat saling menjatuhkan
    bersifat kikir, apalagi serakah untuk dunia
    terlebih hanya suka bersenang senang dalam kebodohan, tak tahu mana hal yang salah dan benar, semua mengikuti hasrat nafsu diri yang tidak banyak berujung pada Penyesalan diri

    Jika begitu mana yang Indah ?
    Sesuatu yang dicintai Allah atau sesuatu yang tidak disukai Allah

     
  • donychandra 12:18 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Dosa – Dosa itu mematikan Hati
    Membiasakannya mengakibatkan kehinaan (Penyesalan)
    Meninggalkannya adalah kehidupan bagi Hati
    Selalu menjauhinya adalah yg terbaik bagi Hati

    • Abdullah bin Mubarok -
     
  • donychandra 12:17 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Sang pemenang cinta adalah ia yg menganggap orang lain seperti keluarga, berkorban & menolong layaknya saudara sendiri. Sedangkan Sang pecundang cinta adalah ia yg menganggap keluarga seperti orang lain dan orang lain seperti orang asing, tak ada kemesraan & indahnya kasih sayang.

    “Seorang muslim adalah saudara muslim yg lainnya. Dia tdk pantas menzaliminya dan merendahkannya. Barang siapa memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa melepaskan kesulitan seorang muslim (saudaranya), maka Allah akan melepas kesulitannya kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yg menutup aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya kelak di akhirat.” (HR. Bukhari-Muslim)

     
  • donychandra 12:15 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    Perumpamaan dari sebuah DOA seorang mukmin yang dipanjatkan dengan Setulus Hati dan Berserah Diri adalah Bagai Seseorang yang Terdampar Sendiri diTengah Samudera dan hanya Terapung bersama sepotong Kayu Seraya Berdoa :
    “Ya RABB, SELAMATKANLAH HIDUPKU !”

     
  • donychandra 12:15 pm pada October 21, 2011 Permalink | Balas  

    • Qaala rabbi bimaa aghwaytanii lauzayyinanna lahum fiil ardi walaughwiyannahum ajmaina – (QS. Al Hijr [15:39])

    “Iblis berkata: ‘ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan mnjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semauanya.”

    FAKTANYA, Debu Debu atau Pasir Pasir yang menempel dimeja, Buku, benda Apapun tidak akan terlihat diKegelapan Malam, namun di Terang Benderang Siang !

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.